HMJ Manajemen
Universitas Muhammadiyah Malang
HMJ Manajemen
Universitas Muhammadiyah Malang

Studi: Orang Pendek Justru Panjang Umur

Author : Administrator | Senin, 12 Mei 2014 10:01 WIB
Sumber: Viva News
Ilustrasi: Carmelo Flores, manusia tertua di dunia berusia 123 tahun
Ilustrasi: Carmelo Flores, manusia tertua di dunia berusia 123 tahun

VIVAnews - Hidup memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan bukanlah sesuatu yang sempurna dan kekurangan bukanlah sebuah aib yang perlu disesali. Salah satu kekurangan adalah memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Namun kekurangan tersebut ternyata justu memberi manfaat yang tidak diduga. Hasil penelitian menyimpulkan orang pendek ternyata bisa hidup lebih lama ketimbang yang berbadan tinggi.

Penelitian yang dilakukan Hawaii Research menemukan laki-laki pendek bisa berumur panjang karena memiliki bentuk pelindung gen umur panjang (FOXO3).

"Jika anda memiliki salah satu gen pelindung seperti FOXO3 dari ayah atau ibu, anda berpeluang hidup hingga 100 tahun. Bila memiliki keduanya, anda kemungkinan dapat hidup hingga diatas 100 tahun," kata Dr Bradley Wilcox, salah satu studi penelitian dan profesor di Universitas Hawaii seperti dikutip Hawaii News Today, Senin 12 Mei 2014.

Orang yang memiliki gen pelindung ini hanya sekitar 40 persen. Penemuan ini berdasarkan penelitian mereka yang beranggapan bahwa orang yang berbadan tinggi memiliki sel-sel yang digunakan selama hidupnya.

Sedangkan, orang yang berpostur pendek mempunyai cadangan sel yang dapat dipakai di kemudian harinya.

"Gen ini penting untuk bagian organ tubuh seperti otak, jantung, hati, paru-paru, dan otot yang merupakan kunci kesehatan dalam usia," ujarnya.

FOXO3 seperti gen ketahanan stres. Ia bekerja ketika melihat ada masalah dalam tubuh manusia dan mencoba memperbaikinya. Contohnya, bila ada sel-sel kanker yang terlalu banyak, ia akan membasmi sel tersebut.

Namun, disayangkan sampai saat ini belum ada laboratorium yang khusus mendeteksi apakah anda memiliki gen FOXO3 atau tidak.

Dilansir NBC News, studi ini berdasarkan data dari Kuakini Program Jantung Honolulu yang dimulai dari tahun 1965. Penelitian ini dilakukan terhadap sekitar 8.000 pria Amerika yang keturunan Jepang yang lahir antara tahun 1900 dan 1919 yang menjalani berbagai tes di Kuakini Medical Center.

Wilcox mengungkapkan tidak ada ketinggian tertentu dalam penelitian ini. "Tidak peduli seberapa tinggi anda, yang paling utama adalah menjalankan hidup yang sehat," ungkapnya. 


http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/503608-studi--orang-pendek-justru-panjang-umur

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image